Halaman

Rabu, 25 Januari 2017

CUKUPLAH SURGAMU DALAM HATIMU

Dalwa Kisah:
📎 CUKUPLAH SURGAMU DALAM HATIMU (Kisah Muslimah Yang Enggan Berjilbab)

Al-Kisah diceritakan, ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berhijab menutupi auratnya.

Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab : "In Shaa Allah, yang terpenting hati dulu yang berjilbab".

Sudah banyak orang yang menanyakan maupun menasihatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai sangat yang sangat jernih. Airnya kelihatan melintas dipinggir taman.

Semilir angin pun ia rasakan disela-sela jarinya. Ada beberapa wanita disitu yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

"Assalamu'alaikum saudariku...". "Wa'alaikumsalam, selamat datang wahai saudariku". "Terimakasih, apakah ini surga?".

Wanita itu tersenyum. "Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum surga." "Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini".

Wanita itu tersenyum lagi, kemudiang bertanya "Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai saudariku?". "Aku selalu menjaga shalat dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunnah, Alhamdulillah."

Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang ditaman tadi mulai memasukinya satu persatu.

"Ayo, kita ikuti mereka!" kata wanita itu sambil setengah berlari. "Apa dibalik pintu itu?". "Tentu saja surga wahai saudariku...".

Larinya semakin cepat. "Tunggu....tunggu aku." Ia berlari sekencang-kecangnya namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Namun ia tetap saja tidak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.

Lalu, ia berteriak, "Amalan apa yang engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan?"
"Sama denganmu wahai saudariku." jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu,

"Amalan apalagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan?"

Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, "Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dari diriku?"

Ia sudah kehabisan nafas, dan tak mampu lagi menjawab. "Apakah engkau mengira bahwa Rabb-mu akan mengizinkanmu masuk ke surga-Nya tanpa hijab penutup aurat?" Kata wanita itu.

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, "Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Cukuplah surgamu hanya sampai dihatimu karena niatmu adalah menghijabi hati."

Ia tertegun, lalu terbangun dari tidurnya. Ia beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu. Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan menutup auratnya.

Nah, tunggu apalagi?
Apakah kalian masih berfikir dua kali untuk menggunakan jilbab?
Jangan menyesal jika kelak surga kalian hanya sebatas dalam hati kalian saja !
Sebelum terlambat, raihlah surga tersebut !!

Si Pincang Amr bin Jamuh


🌹 *'Si pincang' Amr bin Jamuh*🌹

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Alkisah Amr bin Jamuh 'si pincang' di masa tuanya ingin ikut bergabung dengan pasukan uhud. Anak-anaknya mencegah nya dan mengadu pada Rasulullah. Rasulullah berkata, "Allah memberi udzur bagi orang cacat untuk tetap tinggal di rumahnya."

Amr bin Jamuh dipenuhi kerinduan untuk mati syahid, mati di medan peperangan. Ia pun langsung menghadap ke Rasulullah. "Wahai Nabi, apakah aku diberi udzur karena aku pincang?! Demi Allah, aku berharap akan menginjak surga dengan kakiku  yang pincang ini!!" Melihat semangatnya yang berkobar-kobar dan kesungguhan niatnya maka Nabi pun memberi restu padanya.

Amr bersama istri anak berangkat ke gunung uhud. Sang istri sepanjang perang senantiasa berada di dekat Rasulullah dan menyambut panah-panah yang ditujukan kepada beliau dengan tangan dan bahunya. Hingga Nabi pun selamat.

Namun lain keadaannya dengan Amr dan putranya, mereka gugur sebagai syuhada. Dengan tenangnya, sang istri meletakkan jenazah suami dan anaknya ke atas unta hendak dikubur di Madinah.

Memasuki batas kota madinah, masyarakat mendatangi sang istri dan bertanya, "Benarkah Rasulullah terbunuh?" Sang istri menjawab, "Alhamdulillah Rasulullah baik-baik saja. Dan semua dalam keadaan baik." Terdengar bisikan dari masyarakat sekitar, "Subhanallah, suami dan anaknya terbunuh namun ia bisa berkata seperti itu?!"

Tiba-tiba keanehan terjadi. Unta tersebut tiap kali dipaksa memasuki kota Madinah, langsung duduk. Namun jika diseret ke arah uhud, ia pun berjalan. Sang istri pun bingung karena ia ingin mengubur suami anak di kota tempat tinggal mereka. Setelah merasa putus asa, sang istri mengadukan peristiwa ini kepada Nabi Muhammad SAW.

"Apakah Amr bin Jamuh mengucapkan suatu doa ketika berangkat perang?" tanya Nabi.
"Benar wahai Nabi. Ia berdoa : Ya Allah, jangan Kau kembalikan aku ke Madinah dalam keadaan hidup. Ya Allah, jangan Kau kembalikan aku ke rumahku lagi, sesungguhnya aku meminta syahid di jalan-Mu."
Nabi pun menjawab, "Itulah sebabnya, kesungguhan niat dan doa Amr menjadi penyebab bahkan jenazahnya pun tak mau memasuki Madinah."
إن لله رجالا لو أقسم على الله لأبره
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya di sisi Allah terdapat hamba-hamba yang jika mereka mengucap suatu permintaan niscaya akan dikabulkan."
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

(Dikutip dari ceramah Habib Ali Aljufri)

MEMULIAKAN NAMA ALLAH

MEMULIAKAN NAMA ALLAH

Suatu hari sekeping uang logam milik 'Abdullah Bin Marwan jatuh ke dalam sumur yang sangat kotor. Ia lalu mengupah beberapa orang dengan bayaran sebesar tiga belas Dinar untuk mengeluarkan uang logam itu dari dalam sumur.
Beliaupun ditanya :

"Mengapa demi sekeping uang logam yang tidak ada artinya engkau bersusah-payah dan mengeluarkan banyak biaya?

Beliau menjawab :

"Pada uang itu tertulis nama ALLAH SWT."